Analisis Data Sederhana 2 SPSS

spsslogo Pada bagian ini akan dibahas dua contoh inferensia statistik yaitu analisis korelasi linier sederhana dan analisis regresi linier sederhana.

Untuk mempermudah penjelasan, kita gunakan data di bawah ini :

Pendapatan  :  4  5  4  6  4  5  4  6  7  5

Pengeluaran  :  1  2  3  2  2  3  2  4  4  2

1.  Korelasi Linier Sederhana

Pada data editor masukan peubah pendptn dan penglrn, kemudian input semua datanya.  Berikutnya pilih Analyze – Correlate – Bivariate.  Pada layar akan muncul :

spssanlissdhndatakor

Klik pendptn kemudian tekan shift tahan dan klik penglrn.  Klik tanda segitiga untuk memindahkan peubah tadi ke kotak Variables.  Di tengah terdapat tulisan Correlation Coefficients, pilihlan Pearson untuk korelasi produk momen pearson, atau Kendall’s tau-b untuk korelasi Tau Kendall, atau Spearman untuk korelasi peringkat spearman.  Kemudian di bagian bawah terdapat Tulisan Test of Significance, pilihlah Two-tailed untuk pengujian dua arah, atau pilih One-tailed untuk pengujian satu arah (dibahas di pengujian hipotesis). Berikutnya klik OK.

 

26 Comments

  1. lovelyrainbow1 — December 27, 2008 @ 8:04 am

    Wah boleh juga nih infonya :)

  2. ciko — May 3, 2009 @ 7:44 pm

    kalo minus gitu artinya apa??? apakah artinya tidak signifikan??? karena nilai signifikansinya o,7 untuk (constan)…mohon bantuannya

  3. indra wijaya — May 22, 2009 @ 3:01 pm

    nilai konstanta dan nilai statistik itu apa artiny?
    trimakasih

  4. admin — May 24, 2009 @ 8:40 pm

    @ciko dan indra wijaya : pers. regresi yang terbentuk adalah y = a + bx dengan a=-0.5 dan b=0.6 . a dan b disebut dengan statistik regresi atau penduga parameter regresi, namun a disebut juga sebagai konstanta persamaan tsb. Untuk melihat signifikansi bukan dari minus atau tidak tetapi dilihat dari nilai-p nya. Nilai t hitung yang negatif (-0.396) didapat karena nilai a nya negatif. Jika t hitung sangat kecil (< -2.42) malah berarti signifikan.

  5. uli — May 29, 2009 @ 11:24 am

    makasih blognya, membantu tugas mini thesiskuuu . ^^

  6. Candra — June 15, 2009 @ 3:42 pm

    Trus klo nilai konsta nya minus artinya apa? Tolong penjelasannya lebih detail..terima kasih sebelumnya

  7. admin — June 16, 2009 @ 7:05 pm

    @Candra : dalam menganalisis suatu persamaan statistik harus hati-hati, ada dua istilah kebermaknaan(significancy) yaitu kebermaknaan statistik dan kebermaknaan praktis. Belum tentu nyata secara statistik itu nyata secara praktis dan sebaliknya. Dalam hal ini, kebermaknaan praktis diserahkan pada peneliti yang berkompeten di bidang ilmunya masing-masing. Untuk data pada contoh di atas jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kurang tepat memang seharusnya konstantanya positif artinya seseorang akan melakukan pengeluaran bahkan pada saat pendapatannya=0.

  8. reza — April 17, 2010 @ 2:51 am

    jika Y= -a+bX artinya apa? ada referensi buku ga?

  9. iin — June 13, 2010 @ 10:31 pm

    thitung saya -3.146 ttabel saya 1.663
    untuk pengujian hipotesis, bila menggunakan teori thitttabel=Ho ditolak
    Apakah kasus saya ini, hasilnya Ho diterima??
    Atau pada thitung tanda (-) minus dianggap tidak ada?
    maksudnya hasil saya menjadi 1.663<3.146=Ho ditolak?
    Mohon dibantu ya… karena skripsi saya Freezze gara2 hal ini ^_^
    Klo ada tolong sertakan bukti pendukung. Thanks.

  10. admin — June 23, 2010 @ 12:20 pm

    @iin : tergantung hipotesisnya apakah dua arah atau satu arah (coba lihat bahasan tentang pengujian hipotesis di tags). Jika dua arah maka Ho ditolak karena yang diuji sisi kiri dan kanan. Jika satu arah tergantung hipotesisnya apakah < atau > (uji sisi kiri atau kanan). Catatan sedikit, untuk uji dua arah tolak Ho jika thitung > t tabel.

  11. yaya — November 8, 2011 @ 8:01 pm

    klo seperti ini Y= -0.116+ 0.345 arus operasi+0.564 arus investasi+ 0.342 arus pendanaan+ 0.456 laba+ 0.265 size perusahaan dan variabel y ( dependent) yaitu abnormal return . klo seperti di atas arti constantax sendiri apa?

  12. renita — July 30, 2012 @ 3:17 pm

    y=-0,025 + 0,070
    saya mau tanya dong waktu saya bimbingan mengenai penelitian yaang saya ambil. saya disuruh mencari jawabn mngapa konstanta a= -0,025
    kenapa yah ? langkah apa yang harus saya cari untuk mendapatkan jawaban tersebut
    sya mengambil judul pengaruh perputaran total aktiva terhadap ROA?
    trmksih ^_^

  13. Kindle Books Pedia — August 6, 2012 @ 10:02 pm

    makasi mas tutorialnya..
    berguna banget buat skripsi saya hehe

  14. vika — July 15, 2013 @ 12:55 am

    Saya mau tanya.. Kalau misalnya hasil dari thitung saya -12,404 sedangkan t tabel saya 2,626 brrti gimana itu?? Kan pengujian 2 arah. Brrti kan berpengaruh kan. T tabel nya jadi -2,626?? Apabila berpengaruh apa ada bedanya antara pengujian dua sisi dengan hasil positif atau negatif atau sama aja? Alasannya? Tolong bantu.

  15. admin — July 15, 2013 @ 9:29 am

    @vika : Penentuan uji dua arah atau satu arah tergantung kebutuhan si penguji. Biasanya ditetapkan pada saat penentuan hipotesis sebelum penghitungan dilakukan jadi bukan sesudah penghitungan dilakukan. Uji satu arah biasanya dilakukan bila si penguji ingin membandingkan apakah ukuran suatu peubah lebih kecil, lebih besar, lebih sedikit, lebih banyak, dll dibandingkan peubah lainnya. Sedangkan uji dua arah dilakukan apabila si penguji tidak memperhatikan kecil, besar dan sebagainya hanya semata-mata ingin menguji apakah ukuran dua peubah tersebut berbeda ! Contoh : 1. Seorang peneliti ingin menguji apakah proporsi siswa yang lulus ujian PTN dari bimbingan belajar lebih besar daripada siswa non bimbel (berarti uji satu arah karena hipotesisnya ialah siswa yang bimbel lebih besar proporsi yg lulus dibanding non bimbel) 2. Seorang peneliti ingin menguji efektifitas obat flu baru, dibuat dua grup : grup pertama diberi obat tersebut, grup yang kedua diberi plasebo (obat boongan). Jika yang ingin diuji jumlah yang sehat maka pengujiannya satu arah karena hipotesisnya ialah apakah jumlah yang sehat dari grup yang satu lebih banyak dari jumlah yang sehat di grup kedua. 3. Seorang petugas QC ingin membandingkan volume air dalam botol minuman dari dua mesin yang dioperasikan apakah sesuai dengan volume yang ditetapkan (misalnya 100 ml). Maka pengujiannya dilakukan dua arah karena ingin diketahui apkah dua mesin tersebut bekerja dengan benar (bukan dilihat lebih kecil saja atau lebih besar saja volumenya tetapi apakah volumenya berbeda dengan volume yang ditetapkan). Semoga membantu…

  16. vika — July 19, 2013 @ 8:40 am

    Makasih ya.. Oh iya gini,, saya memakai uji hipotesis 2 arah.. X1 ke Y mempunyai hasil Ho d tolak dan d arah positif, sedangkan X2 ke Y mempunyai hasil HO d tolak tetapi d arah negatif.. Itu seperti apa ya.. Apakah X2 terhadap Y meskipun berpengaruh ke arah negatif tetap berpengaruh atau begaimana?? Tolong bantu saya bsok sidang.. Untuk menambah pemahaman sy. Trimaksih

  17. vika — July 19, 2013 @ 5:14 pm

    Yg td sy tanyakan itu pengujian hipotesis uji t.. Tolong bantu saya.. Hasil nya -12,835 < -2,262 hipotesis d tolak brrti berpengaruh. Tetapi ke arah negatif, apa beda nya negatif dengan positif? Apakah sama??

  18. admin — July 20, 2013 @ 10:29 am

    @vika : jika dilakukan uji dua arah maka angka plus atau minus tidak diperhatikan yang penting nilai mutlaknya. Silahkan lihat laman pengujian hipotesis di blog ini. Semoga sukses.

  19. admin — July 20, 2013 @ 10:43 am

    @vika : Sy beri ilustrasi yg lain. Misal kita ingin menguji rata2 pendapatan dari dua daerah sebut saja daerah A dan b. Setelah dihitung rata2nya A=100 rb B=110 rb. Hipotesis yg mungkin jika satu arah adalah apakah rata2A lebih kecil dari rata2 B? Kalau kita nyatakan hipotesis apakah rata2A lebih besar dari B tentunya tidak mungkin (lihat nilainya) dan jika diuji akan memberikan hasil yang terbalik seperti kasus anda (nilai t nya negatif pdh t tabel positif). Mudah2an membantu.

  20. viki — July 22, 2013 @ 8:02 am

    Min uji linearitas saya hasilnya -0.05 dan Ftabel saya itu 3.13 sedangkan satu data dikatakan linear jika Fhitung < Ftabel jdi perhitungan saya benar tidak dengan angka minus, apakah ada kemungkinan uji linearitas F hitung'a itu minus, terimakasih

  21. yaya — September 27, 2013 @ 10:52 pm

    asslamualaikum pak, saya mau bertanya saya melakukan uji regresi dan hasil konstanta a saya itu minus, tapi kata dosen pembimbing saya tidak boleh minus tetapi saya membaca jurnal-jurnal dan skripsi ada yang minus tidak apa2, saya bingung mana yang benar. tolong di jawab ya pak.
    terima kasih banyak

  22. yuni — October 7, 2013 @ 9:47 am

    mw tanya, kalo jdulnya pengruh biayaoperasional trhadap laba berarrti pke yg 2 arah atau satu arah?
    t hitung sy -3,034 dan t tabel 2,132. jadinya gmn tuh?
    mhon bntuannya y….

  23. admin — October 8, 2013 @ 8:58 pm

    @Viki dibuat angka mutlak aja cth -0.05 jadi 0.05 kemudian bandingkan dengan F tabelnya

  24. admin — October 8, 2013 @ 9:16 pm

    @yaya, secara umum sebetulnya tidak masalah konstanta itu minus karena kalau kita menggunakan OLS, persamaan garisnya secara otomatis akan terbentuk bisa konstantanya minus atau plus. Yg jadi masalah kemungkinan konstanta yang terbentuk tadi jadi ganjalan pada saat interpretasi. Misal kita buat regresi antara pendapatan (X) dan konsumsi(Y), dapat persamaannya Y= -3 + 5x. Pada saat pendapatan 0 apakah konsumsinya jadi -3 ? Kembali ke masalah anda, jika memang konstanta hasil regresinya negatif jangan dipaksakan bahwa konstantanya harus positif. Mungkin caranya dengan membatasi bahwa persamaan di atas punya batasan untuk x=1 sampai dengan x=20 (misalnya), jadi tidak menghasilkan Y yang negatif. Semoga membantu…

  25. admin — October 8, 2013 @ 9:18 pm

    @yuni. setahu saya uji t itu untuk beda nilai tengah (dan pengujian parameter regresi), kalau untuk hubungan gunakan uji korelasi (hasilnya r bukan t). Coba dipelajari lagi. Kalo di spss pengujian paramater regresi dan pengujian lainnya biasanya defaultnya dua arah.

  26. danie — January 17, 2014 @ 8:39 am

    pas uji korelasi knp hasilnya minus? pada kategori.usia jenis kelamim dan pekerjaan?

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment